Journal Tentang; “Mulai Terkikisnya Sosial Concern pada Komunitas Mahasiswa Jurusan Administrasi Pendidikan FIP-UPI Angkatan 2008”

“MULAI TERKIKISNYA SOSIAL CONCERN PADA KOMUNITAS MAHASISWA JURUSAN ADMINISTRASI PENDIDIKAN ANGKATAN 2008

Oleh:
Firmansyah Nugraha
(Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Administrasi Pendidikan)

Abstrak

Kita menyadari, dalam suatu interaki sosial yang baik itu akan terbentuk suatu kelompok sosial, kemudian dari kelompok sosial terbentuk komunitas sosial,  yang pada akhirnya terbentuklah suatu sistem masyarakat. Akan tetapi persoalan-persoalan makin hari cenderung semakin ruwet terutama persoalan sosial concern pada manusianya itu sendiri yang senantiasa berlanjut menjadi tangtangan pokok yang harus dihadapi oleh setiap individu dalam suatu kelompok atau komunitas. Permasalahan diatas pun saya rasa terjadi di lingkungan kelas Administrasi pendidikan angkatan 2008, bahwasanya sense of belonging dalam diri mahasiswa sudah mengalami keterkikisan, sehingga tak jarang prilaku mahasiswa menjurus pada arah individualisme dan acuh tak acuh pada lingkungan kelas, padahal menurut saya sense of belongin di dalam kelas itu mencerminkan bagaimana interaksi sosial dari mahasiswa administrasi pendidikan angkatan 2008 itu sendiri. oleh karena itu saya tertarik untuk mengambil pembahasan ini sebagai bahan penelitian individual paper saya dan ingin mencari solusi yang terbaik untuk problematika ini.

Kata Kunci: Sosial Concern (interaksi Sosial), Sense Of Belonging dan Komunitas Sosial

Pada hakekatnya manusia me-rupakan makhluk sosial yaitu makhluk yang saling berinteraksi satu sama lainnya, salah satunya dengan adanya dorongan dari dirinya (internal) maupun dari luar (eksternal) untuk berhubungan atau berinteraksi dengan orang lain. Dalam hubungannya, manusia melakukan interaksi sosial dalam bentuk yang bermacam-macam, ada yang ataupun dalam bentuk konflik sesuai dengan keinginan dan kemauannya masing-masing, sesuai dengan apa yang ia butuhkan. Sehingga dari proses interaksi tersebut terbentuk suatu kelompok sosial, ke-mudian dari kelompok sosial ter-bentuk komunitas sosial,  yang pada akhirnya terbentuklah suatu sistem masyarakat. Belakangan ini, sudah menjadi rahasia umum baik di dalam masyarakat pedesaan ataupun di dalam masyarakat perkotaan bahwasanya sense of belonging dalam masyarakat sudah mengalami ke-terkikisan, sehingga tak jarang perilaku masyarakat menjurus pada arah individualisme dan acuh tak acuh pada lingkungan sekitar, akibatnya social concern dalam masyarakat sudah di-rasakan hampir tidak ada lagi.

Permasalahan diatas pun saya rasa terjadi di lingkungan kelas Jurusan Administrasi pendidikan angkatan 2008, bahwasanya sense of belonging dalam diri mahasiswa sudah me-ngalami keterkikisan, sehingga tak jarang prilaku mahasiswa menjurus pada arah individualisme dan acuh tak acuh pada lingkungan kelas, padahal menurut saya sense of belongin di dalam kelas itu mencerminkan bagaimana interaksi sosial dari mahasiswa administrasi pendidikan angkatan 2008 itu sendiri. oleh karena itu saya tertarik untuk mengambil pembahasan ini sebagai bahan penelitian individual paper saya dan ingin mencari solusi yang terbaik untuk problematika ini.

Interaksi Sosial, Faktor-faktor yang mendorong serta Bentuk-bentuk interaksi sosial

Mari kita bahas bersama apa itu yang dimaksud dengan interaksi sosial. Interaksi sosial dapat diartikan sebagai hubungan-hubungan sosial yang dinamis. Hubungan sosial yang di-maksud dapat berupa hubungan antara individu yang satu dengan individu lainnya, antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya, maupun antara kelompok dengan individu. Dalam interaksi juga terdapat simbol, di mana simbol diartikan sebagai sesuatu yang nilai atau maknanya diberikan kepadanya oleh mereka yang menggunakannya.

Interaksi sosial dapat terjadi bila antara dua individu atau kelompok ter-dapat kontak sosial dan komunikasi. Kontak sosial merupakan tahap per-tama dari terjadinya hubungan sosial, komunikasi merupakan penyampaian suatu informasi dan pemberian tafsiran dan reaksi terhadap informasi yang disampaikan. Karp dan Yoels me-nunjukkan beberapa hal yang dapat menjadi sumber informasi bagi di-mulainya komunikasi atau interaksi sosial. Sumber informasi tersebut dapat terbagi dua, yaitu ciri fisik dan penampilan. Ciri fisik adalah segala sesuatu yang dimiliki seorang individu sejak lahir yang meliputi jenis kelamin, usia, dan ras. Penampilan di sini dapat meliputi daya tarik fisik, bentuk tubuh, penampilan berbusana, dan wacana.

Interaksi sosial terbentuk oleh factor–factor berikut ini:

  1. Tindakan Sosial
  2. Kontak Sosial
  3. Komunikasi Sosial

1. Tindakan Sosial

Tidak semua tindakan manusia dinyatakan sebagai tindakan sosial misalnya: Seorang pemuda yang sedang mengkhayalkan gadis impiannya secara diam–diam. Menurut MAX WEBER, tindakan sosial adalah tindakan seorang individu yang dapat mempengaruhi individu–individu lainnya dalam masyarakat.

2. Kontak Sosial

Dalam kehidupan sehari-hari kon- tak sosial dapat dilakukan dengan cara:

  • Kontak Sosial yang dilakukan menurut cara pihak– pihak yang berkomunikasi. Cara kontak sosial itu ada 2 macam yaitu:
    • Kontak Langsung: Pihak ko-munikator menyampaikan pesannya secara langsung kepada pihak komunikan.
    • Kontak Tidak Langsung: Pihak komunikator menya-mpaikan pesannya kepada pihak komunikan melalui perantara pihak ketiga.
    • Kontak Sosial yang dilakukan menurut terjadinya proses komunikasi Ada 2 macam kontak sosial.
      • Kontak Primer
      • Kontak Sekunder

3. Komunikasi Sosial

Komunikasi artinya berhubung-an atau bergaul dengan orang lain. Orang yang menyampaikan komu-nikasi disebutkomuni-kator, orang yang menerima komunikasi disebut komunikan. Tidak selamanya kon-tak sosial akan menghasilkan interaksi sosial yang baik apabila proses komunikasinya tidak berlangsungnya secara komuni-katif. Contoh: Pesan yang di-sampaikan tidak jelas, berbelit–belit, bahkan mungkin sama sekali tidak dapat dipahami .

Bentuk-bentuk interaksi sosial yang berkaitan dengan proses asosiatif dapat terbagi atas bentuk kerja sama, akomodasi dan asi-milasi. Kerja sama merupakan suatu usaha bersama individu dengan individu atau kelompok-kelompok untuk mencapai satu atau beberapa tujuan. Akomodasi dapat diartikan sebagai suatu keadaan, di mana terjadi ke-seimbangan dalam interaksi antara individu-individu atau kelompok-kelompok manusia berkaitan dengan norma-norma sosial dan nilai-nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat. Usaha-usaha itu di-lakukan untuk mencapai suatu kestabilan. Sedangkan Asimilasi merupakan suatu proses di mana pihak-pihak yang berinteraksi mengidentifikasikan dirinya deng-an kepentingan-kepentingan serta tujuan-tujuan kelompok.

Untuk tahapan proses-proses asosiatif dan disosiatif Mark L. Knapp menjelaskan tahapan intera-ksi sosial untuk mendekatkan dan untuk merenggangkan. Tahapan untuk mendekatkan meliputi tahapan :

  • Memulai (initiating)
  • Menjajaki (experimenting)
  • Meningkatkan (intensifying)
  • Menyatupadukan (integrating)
  • Mempertalikan (bonding).

Sedangkan tahapan untuk mereng-gangkan meliputi :

  • membeda-bedakan (differentiating)
  • membatasi (circumscribing)
  • memacetkan (stagnating)
  • menghindari (avoiding)
  • memutuskan (terminating).

Kondisi Objektif Komunitas ADPEND Angkatan 2008.

Berdasarkan hasil Penyebaran angket, wawancara, & Observasi langsung, dapat di identifikasi kondisi objektif yang ada dalam komunitas ADPEND 2008 adalah sebagai berikut:

Komunitas ADPEND 2008 ada karena adanya jurusan Admin-istrasi Pendidikan di Universitas Pendidikan Indonesia. Komunitas ini terbentuk Pada awal tahun ajaran 2008 karena adanya kesamaan wilayah/lokalitas tempat belajar yang ditempatkan dalam satu kelas yang sama. Selama perkembangannya, dalam komun-itas ADPEND 2008 terdapat ber-bagai macam problematika dari mulai yang paling sepele hingga yang paling kompleks. Hal ini menimbulkan dinamika kelompok dan akhirnya menyebabkan iklim organisasi yang kurang kondusif.

Berdasarkan hasil observasi langsung, Pada awal kepengurusan komunitas ini dipimpin oleh se-orang Ketua kelas yang me-rangkap sebagai ketua angkatan. Awalnya keberlangsungan komunitas ber-jalan lancar & datar-datar saja, tetapi setelah beberapa waktu ber-jalan, setelah beradaptasi cukup lama, mulailah timbul dinamika ke-lompok dalam komunitas. Banyak mahasiswa yang merasa memiliki tujuan, hobi, & kebiasaan yang sama dengan orang-orang tertentu & mereka mulai menyadari pen-tingnya memiliki teman dekat /teman bermain, sehingga akhirnya munculah berbagai kelompok-kelompok di dalam komunitas.

Pada Awal-awal, kelompok-kelompok yang ada masih belum terlalu nampak, tetapi setelah beberapa waktu berjalan, sekat /batas antar kelompok mulai terlihat jelas.

Dampaknya iklim dalam komu-nitas mulai tidak kondusif. Banyak mahasiswa yang mulai acuh pada kepentingan kelas, seolah-olah mereka memiliki dunia sendiri, mereka lebih asyik dengan kelom-pok bermainnya, kepengurusan di-kelas pun berjalan dengan sangat tidak kondusif.

Berdasarkan hasil wawancara, mahasiswa merasa kepengurusan yang ada di kelas pada saat itu sangat kacau, salah satu indi-katornya adalah Jarkom kelas yang tidak merata. Banyak Mahasiswa yang tidak pernaha mendapatkan jarkom dikarenakan sistem biro-krasi kelas yang tidak jelas & tidak kondusif. Dari sisi ketua kelas, ketidakmerataan ini disebabkan karena adanya kendala yang berkaitan dengan dana. Ketua kelas merasa ke-walahan kalau harus selalu mengeluarkan uang pribadi untuk memberikan jarkom kepada seluruh mahasiswa ADPEND 2008. Jika menggunakan uang kas, pada saat itu uang kas pun dikelola dengan ketidakjelasan sehingga pada ke-pengurusan saat itu semuanya dirasa sangat sulit, complicated, dan kondisi komunitas mengalami keterpurukan serta ketidakjelasan yang berdampak pada kurangnya interest dan social concern dari mahasiswa terhadap segala urusan kelas. Karena kelas dianggap hanya dikuasai oleh golongan orang-orang tertentu.

Sehingga, puncaknya Mun-culah naluri kepedulian dari be-berapa mahasiswa yang masih mempedulikan keberlangsungan komunitas yang sehat  dan me-nyenangkan, dengan di-ajukannya Resufle kepengurusan kelas. Dalam resufle ini sengaja di pilih per-wakilan orang-orang yang me-wakili kelompok-kelompok bermainnya un-tuk menjadi pengurus kelas supaya ada keterpaduan dan ke-kompakan dalam kelas. Menurut salah seorang maha-siswa yang ka-mi wawancara, ke-pengurusan kelas sekarang dirasa sudah menjadi lebih baik, salah satu indikatornya adalah sudah meratanya jarkom kelas via sms.

Tetapi, hal itu bukan men-jadi jaminan bahwa kepengurusan sekarang akan benar-benar lebih baik, “ini baru tahap awal, masih semangat awal, ga tau kedepannya apakah akan tetap seperti ini atau akan sama seperti halnya ke-pengurusan sebelumnya? kita liat aja nanti..” ungkap salah seorang mahasiswa yang kami wawancara.

Meskipun dalam proses birokrasi kelas sudah mulai membaik, tetapi hal ini tidak berlaku pada tingkat ke-pedulian mahasiswa dalam komunitas. Hal ini dibuktikan dengan hasil angket yang kami sebar. Dari 40 angket yang kami sebar, hanya 6 orang yang menyatakan sangat peduli/interest terhadap komunitas/kelas ADPEND 2008, 7 orang menyatakan peduli, 1 orang me-nyatakan biasa-biasa saja, 2 orang menyatakan cukup peduli, 2 orang cenderung acuh-tak acuh, 2 orang bersikap No Comment, 5 orang tidak mengisi pertanyaan seputar keper-duliaan, 3 orang sama sekali tidak mengisi angket, dan sisanya 12 angket hilang entah kemana.

Hal ini sudah menjadi bukti bahwa tingkat kepedulian social (social concern) dari mahasiswa terhadap kelasnya sendiri sudah mulai terkikis, bahkan hampir hilang, karena hanya 21 % saja ya-ng menyatakan peduli terhadap kelasnya sendiri.

Hal ini lah yang menjadi keprihatinan kelompok kami ter-hadap kondisi tempat kami belajar, bagaimana belajar mau semangat, bagaimana prestasi & kualitas belajar meningkat jika iklim di dalam komunitasnya saja seperti ini. Untuk itu, dalam individual paper ini saya mencoba untuk me-nganalisis permasalahan ini dan berusaha mencari solusi yang terbaik dilihat dari Pendekatan dengan menggunakan pendekatan Multiaspek.

Beberapa Faktor Penyebab Ter-kikisnya Social Concern dalam Komunitas ADPEND 2008.

Terkikisnya social concern dalam masyarakat ADPEND 2008 di sebabkan oleh beberapa factor yang dilihat dari berbagai sudut pandang, diantaranya adalah:

  • Ekonomi

Kelompok-kelompok social da-lam Komunitas ADPEND 2008 mungkin ada yang menjadikan ekonomi sebagai salah satu tolok ukur terbentuknya ke-lompok–kelompok bermain, sehingga orang-orang yang memiliki tingkat ekonomi high cenderung kurang peduli dengan orang-orang yang berlatar belakang ekonomi pas-pasan. Yang akhirnya maha-siswa yang memiliki ke-terbatasan ekonomi merasa ter-marginalkan dan merasa tidak terlalu dipedulikan sehingga maha-siswa yang memiliki ke-terbatasan ekonomi menjadi acuh dan tak mau peduli pada kondisi/kegiatan kelas.

  • Sosial

Gaya hidup merupakan ciri khas seorang individu dalam menjani hidupnya. Dari aspek social dapat dilihat bahwa gaya hidup dan status social seseorang sangat berpengaruh terhadap hubungan social atau interaksi social seseorang di dalam kelas. Dari mulai gaya hidup glamour, sederhana sampai pada tingkat orang-orang yang prihatin semuanya ada di dalam komunitas ADPEND 2008.  Hal ini sedikit banyak memiliki pengaruh terhadap iklim dan tingkat kepedulian social di dalam kelas.

Solusi/Alternatif pemecahan Ma-salah dan Rekomendasi.

Dari Analisis factor penyebab terkikisnya social concern dalam komunitas ADPEND 2008 dapat kami Temukan beberapa solusi yang diharapkan dapat meningkatkan kepedulian dan kepekaan mahasiswa ADPEND 2008 terhadap lingkungan kelasnya sendiri, diantaranya solusi yang kami tawarkan adalah:

  • Untuk meningkatkan keperdulian sosial dalam komunitas ADPEND 2008 dari aspek ekonomi dapat dilakukan dengan cara meman-faatkan & mengelolala uang kas secara efektif dan efisien untuk ke-perluan mahasiswa yang meng-alami kendala dalam hal ekonomi, misalnya jika ada mahaiswa ADPEND 2008 yang mendapat musibah (sakit), atau tidak mampu membayar SPP maka dapat meng-gunakan uang kas untuk menutupi & sedikit me-ringankan beban ekonomi yang bersangkutan.

Sehingga rasa kepedulian antar sesama dapat meningkat dan akan tercipta suatu interaksi yang berkualitas.

  • Pemecahan masalah jika dilihat dari aspek sosial dapat dilakukan dengan cara menggerakan setiap kelompok-kelompok yang ada di-komunitas ADPEND 2008 untuk saling berinteraksi dan ber-komunikasi satu sama lain. Dalam hal ini perlu adanya penggerak, yaitu dibutuhkan sosok pemimpin yang mampu menyatukan per-bedaan disetiap kelompok agar tercipta keselarasan di-dalam masyarakat ADPEND 2008.

Setelah ada penggerak seperti itu, tentu dibutuhkan kerjasama disemua pihak agar permasalahan yang dihadapi dapat dipecahkan secara bersama-sama. Bentuk pe-mecahan masalah dapat berupa melibatkan perwakilan setiap ke-lompok untuk berkontribusi dalam setiap kegiatan yang diseleng-garakan oleh kelas dan juga me-libatkannya dalam kepengurusan kelas.

Kesimpulan

  1. Interaksi sosial adalah hub-ungan timbal balik saling mem-pengaruhi antara individu, kelompok sosial, dan ma-syarakat yang dipengaruhi oleh factor tindakan sosial, kontak sosial, dan komunikasi sosial.
  2. Dari inteaksi sosial yang di-lakukan oleh individu kemudian lahirlah kelompok-kelompok sosial yang terbentuk ber-dasarkan berbagai kesamaan tujuan, hobi, dan kebiasaan.
  3. Kelompok-kelompok sosial yang terbentuk akan mengalami suatu dinamika yang akan ber-pengaruh pada iklim organisasi. Jika dinamika itu dikelola dengan baik maka iklim yang tercipta pun akan baik dan akan memberikan kontribusi yang positif terhadap organisasi. Begitu pula sebaliknya.
  4. Hal-hal yang menyebabkan terkikisnya social concern dalam komunitas ADPEND 2008 dapat dilihat dari berbagai aspek kehidupan, diantaranya dari aspek psikologis, ekonomi, sosial, budaya, ekonomi, agama, tekknologi, georgafis, & pen-didikan.
  5. Terdapat korelasi positif antara proses interaksi sosial terhadap kepedulian sosial dalam komunitas ADPEND 2008. Dapat dikatakan intensitas sosialisasi/interaksi se-seorang di dalam komunitas akan sangat mempengaruhI rasa ke-peduliannya terhadap temannya.
  6. Untuk mengatasi permasalahan yang ada pada komunitas ADPEND 2008 diperlukan suatu strategi dengan menggunakan pendekatan multi aspek dikarenakan factor penyebabnya pun berasal dari multi aspek.

Saran

  • Saran dari kelompok kami untuk perbaikan tingkat sosial concern dalam komunitas ADPEND 2008 yaitu :
  • Menumbuhkan kesadaran akan pentingnya interaksi sosial dalam Komunitas ADPEND 2008.
  • Menumbuhkan kesadaran untuk bisa saling menghargai dan menghormati orang lain.
  • Menghilangkan atau memini-malisir rasa individualisme atau rasa hanya mementingkan golongan.
  • Tingkatkan kembali ukhuwah dan kepedulian teman-teman terhadap segala kepentingan kelas guna mencapai kebaikan bersama.

Daftar Pustaka

  • Effendi Ridwan. Malihah Elly. 2007. Panduan Kuliah pendidikan lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi. Bandung : CV. Yasindo Multi Aspek dan value Press Bandung.
  • Effendi Ridwan. Malihah Elly. 2007. Panduan Kuliah pendidikan lingkungan Sosial, Budaya, dan Teknologi. Bandung : CV. Yasindo Multi Aspek dan value Press Bandung.
  • P. Robbins, Stephen. 2006. Perilaku Organisasi Edisi Lengkap. Jakarta : PT Indeks Gramedia
  • Sutarto. 2002. Dasar-Dasar Organisasi. Yogyakarta : Gajah Mada University.
  • Soekanto, soerjono. 1990. Sosiologi suatu pengantar. Jakarta : PT. RajaGrafindo Persada.
  • Makmun, Abin Syamsuddin. 2005. Psikologi Kependidikan perangkat sistem pengajaran modul. Bandung : PT. Remaja Rosdakarya.
  • Pengantar Sosiologi karya Wawan Hermawan
  • Hidayat, AAA. 2004. Pengantar Konsep Keperawatan. Jakarta: Salemba Medika
  • Sosiologi Skematika, Teori, dan Terapan; Abdul Syani.
  • Pengantar Sosiologi, Kamanto Sunarto.

Penulis:

Firmansyah Nugraha

(Mahasiswa Universitas Pendidikan Indonesia Jurusan Administrasi Pen-didikan Angkatan 2008).

About pmancoffeemix

seorang anak remaja,, tidak miskin, kurang kaya,, tetapi sederhana...

Posted on Desember 18, 2010, in Journal. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: