KONSEP DASAR MANAJEMEN PERUBAHAN

Bicara mengenai mata kuliah manajemen perubahan, pemikiran kita tentang mata kuliah ini pasti akan jauh dari bagaimana memanaj suatu perubahan dalam suatu organisasi atau lembaga. Memang benar tentang pemikiraan tersebut, akan tetapi dalam mata kuliah manajemen perubahan di jurusan administrasi pendidikan lebih pada bagaimana memanaj suatu perubahan yang lebih mengerucut ke dalam dunia pendidikan. Pasti penasaran bagaimana suatu mata kuliah manajemen perubahan ini diterapkan dalam organisasi atau lembaga pendidikan, baik itu formal maupun non formal.

Sebelum masuk pada pengertian apa itu manajemen perubahan, mari kita pahami dulu mengenai makna dari pendidikan itu sendiri. Makna pendidikan pada esensinya merupakan belajar (learning) yang mana belajar disini terdiri beberapa macam diantaranya;

  • Learning to know (Belajar untuk mengetahui)
  • Learning to do (Belajar untuk melakukan)
  • Lerning to be (Belajar untuk menjadi atau mengaplikasikan pada diri sendiri)
  • Dan yang terakhir learning to live together in peace and harmoni (Belajar untuk mengaplikasikan pada lingkungan keluarga dan lingkungan masyarakat)

Setelah kita mengetahui esensi dari pendidikan yaitu belajar dan beberapa macam belajar, selanjutnya penulis akan menulis mengenai proses dari pembelajaran itu sendiri (learning process). Dalam suatu proses pembelajaran peserta didik (raw input) akan malaui 2 tahapan dalam mencapai tujuan (output) dari proses pembelajaran tersebut, yaitu;

  1. Instrument input (ide dan gagasan), Maksud dari ide dan gagasan disini yaitu, peserta didik (raw input) dituntut untuk dapat mengembangkan ide dan gagasannya agar tujuan (output) dari proses pembelajaran itu dapat tercapai.
  2. Empromental input (Pengaruh dari luar lingkungan), Maksud pengaruh dari luar disini yaitu, dalam suatu proses pembelajaran peserta didik (raw input) tidak bisa lepas dari pengaruh lingkungan luar yaitu lingkungan masyarakat sekitar baik itu berupa pengaruh posistif maupun negatif. misalnya: teman bermain.

Setelah membahas cukup panjang mengenai makna dari pendidikan itu sendiri, mari kita kembali pada topik awal kita yaitu manajemen perubahan.

Apa sih itu manajemen perubahan??

Sebelum menjawab pertanyaan diatas, apa kamu tahu apa itu manajemen? Hmm… Rasanya sudah tidak asing lagi istilah manajemen dikalangan masyarakat sekarang. Langsung saja, manajemen merupakan suatu proses perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan pengawasan penggunaan sumber daya dalam rangka mencapai tujuan organisasi secara efektif dan efisien. (Jones At. Al)

Setelah kita mengetahui mengenai apa itu manajemen, berlanjut pada apa itu perubahan? Rasanya pertanyaan ini cukup membingungkan. Biar tidak membuat kita bingung langsung saja, Perubahan merupakan proses terjadinya perubahan kondisi dari kondisi satu pada kondisi lain. (Jeff Davidson)

Nah… Setelah kita mengetahui bersama mengenai apa itu manajemen dan apa itu perubahan, rasanya ada sedikit gambaran mengenai apa itu manajemen perubahan. Yasudah langsung saya jelaskan saja. Manajemen perubahan merupakan suatu proses secara sistematis dalam menerapkan pengetahuan, sarana dan sumber daya yang diperlukan untuk mempengaruhi perubahan pada orang yang akan terkena dampak dari perubahan tesebut. (Potts dan LaMarsh dianut oleh wibowo)

Setelah kita mengetahui apa itu manjemen perubahan, berlanjut pada jenis atau macam-macam manajemen perubahan. Ada 2 macam perubahan, yaitu: perubahan secara alamiah(natural change) dan perubahan secara terencana. Perbedaan antara perubahan alamiah dan terencana itu sendiri dapat kita lihat dari prosesnya, untuk perubahan alamiah biasanya prosesnya tidak terarah dan untuk perubahan terencana biasanya terarah. Selain itu kita juga dapat melihat apakah perubahan yang telah terjadi dalam diri kita melalui kemajuan (progress) dan pertumbuhan. Biasanya apabila perubahan yang kita lakukan itu secara terencana, kita pasti punya visi; baik itu cita-cita, harapan, pandangan, tujuan dan masa depan. Nah… setelah membahas mengenai macam dari perubahan tadi, kita dapat membedakan, apakah perubahan yang terjadi pada itu terjadi secara alamiah atau terencana.

Lanjut pada pendekatan dari manajemen perubahan, disini saya akan membahas mengenai 4 pendekatan dalam perubahan individual, diantaranya:

  • Pendekatan dalam Perubahan Prilaku (Change Behavior)/Behavior Approach, Pendekatan perilaku ini merupakan proses bagaimana mengubah sikap dengan tidak melalui ganjaran atau hukuman melainkan lebih mengarah pada analisis prilaku dan penggunaan strategi hadiah.
  • Pendekatan dalam perubahan hasil (Achieving result)/Cognitif approach, Pendekatan kognitif (Cognitif Approach) ini menjelaskan tentang bagaimana mencapai hasil melaui refragming positif, teknik ini terkait penetapan tujuan dan pembinaan untuk dapat mencapai hasil.
  • Bagian dalam perubahan (The inner world of change)/Psikodinamic approach, Kata “psikodinamic” didasarkan pada gagasan bahwa ketika menghadapi perubahan dalam dunia luar, setiap individu dapat mengalami berbagai perubahan. Ada lima tahapan dalam psikodinamic approach ini, diantaranya:
    • Kecurigaan (Relief)
    • Kaget (Shock)
    • Penyangkalan (Denial)
    • Kemarahan (Anger)
    • Penawaran (Bargaining)
    • Tekanan (Depression)
    • Penerimaan (Acceptence)
    • Percobaan (Experimentation)
    • Penemuan (Discovery)
  • Maksimalkan potensi psikologis (Psikology Maximizing) Humanistic Approach, Pendekatan humanistik ini adalah tentang percaya dalam pembagunan dan pertumbuhan, dan maksimalkan potensi. Penekanannya adalah pada pengembangan sehat, otentik sehat dan organisai yang sehat. Pendekatan humanistic biasanya digunakan untuk mengubah atau menggabungkn beberapa wawasan dari tiga pendekatan sebelumnya, sementara pada saat yang sama mengembangkan diri sendiri. Jalan menuju pertumbuhan pribadi menurut Carl Rogers, adalah penciptaan lingkungan yang menfasilitasi;
    • Melalui keasliannya, menganggap positif dan pemahaman empati memungkinkan pertumbuhan dan perkembangan terjadi.
    • Akan ada gerakan dari kekakuan yang lebih cair dari pendekatan pikiran dan perasaan klien, hal ini memungkinkan lebih banyak kreatifitas dan pengambilan resiko terjadi.
    • Klien akan menuju pada tingkat yang lebih menerima bertanggung jawab atas keadaan mereka, memungkinkan meraka untuk lebih banyak pilihan dari yang untuk memilih.

About these ads

About pmancoffeemix

seorang anak remaja,, tidak miskin, kurang kaya,, tetapi sederhana...

Posted on Januari 9, 2011, in Note's. Bookmark the permalink. Tinggalkan komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: